Showing posts with label diet. Show all posts
Showing posts with label diet. Show all posts

Friday, June 10, 2011

makanan Leonz

Saya berubah ke arah yang positif. Dalam hal memasak. Dari yang tadinya severe pemalas dan berprinsip "beli aja deh". Menjadi moderate pemalas dengan prinsip "musti bikin sendiri nih" dan lebih kreatif.

Sejak hampir dua tahun ini Leonz diet. Makan makanan yang tidak mengandung gluten, casein/dairy dan gula sama sekali. Di luar itu, haram hukumnya. Tantangan sendiri untuk mamanya yang males masak.

Tahun pertama sih oke. Beruntung banget kita tinggal di asia yang banyak pilihan bahan makanan tidak mengandung gluten.

Masuk tahun ke dua, Leonz mulai bosen. Mungkin dia pikir, makanan gw kok gini gini terus. Tumisan lagi, sup sup lagi. Singkong lagi, tahu lagi lagi. Kapan gw makan makanan seperti temen temen.

Ternyata anak ganteng yang mirip banget sama mamanya ini semakin pinter, alert sadar akan lingkungan. Sadar bahwa gambar iklan burger dari resto siap saji A tampak menggiurkan.

Nggak tega dong saya ngeliat anak sendiri ngences seember banyaknya, gara gara iklan siyalan ituh. Maka lahirlah burger kw1 "burger ayam dengan beras ketan" .


Burger KW 1 dan yang aseli

Leonz seneng bukan kepalang. Saya puas sampai keubun ubun :-)

Gampanglah kalau hanya masakan. Yang repot suatu pagi Leonz nunjukin gambar makanan penutup mulut dari satu majalah *Arrghhhh...!!*. Saya kan paling nggak bisa bikin kue. Kue yang bahan bahannya normal aja selalu bertendensi bantat. Apalagi ini gluten free yang otomatis beda banget konsistensi tepungnya. Tapi demi anak tercinta, akhirnya saya coba.

Percobaan pertama buat kue ulang tahun Leonz. Dan bisa ditebak, gagal. Banana cup cake ceritanya. Tapi entah kenapa, menurut saya rasanya seperti nogosari panggang. Menurut si mbak perpaduan antara bika ambon dengan rasa nogosari. Menurut swami saya.. err..dia nggak tega ngasih komen. Leah, noel kue tersebut juga ogah. Leonz.. hmm bolehlah pikirnya pada pandangan pertama. Kemudian dijilat dikit langsung berubah pikiran.

Foto kue gagal saya nggak ada. Sengaja nggak dipajang :P.

Percobaan kedua setelah trauma panjang , berbulan bulan kemudian. Saya memberanikan diri bikin apple pie. Saya pikir pasti bisa. Karena kue saya slalu bantat. Apple pie bagian crust nya kan bantat juga. Dan,..sodara sodara BERHASIL!!!

Ini fotonya, "Leonz Leah Apple Pie"





Cara bikinnya gampang kok. Seperti bikin tumisan aja. Campur campur semua bahan , nggak pake takeran. Kalau keukeuh mau tau takerannya, tanya sendiri sama Leonz. Berhubung dia yang masukin tepung dan "no sugar" nya ke dalam adonan tanpa persetujuan mamanya. Jadi dia yang tau :P

Bahan : 1 telur, pengganti gula "no sugar" dari kirkman, tepung gluten free dari orgran, margarine cair (saya pake blue band. produk kebanggan indonesia, hehe ), ground almonds, cinnamon, vanilla bubuk, xathan gum (bukan gusi setan ya. Ini bubuk yang sering dipakai untuk membuat kue berbahan gluten free) dan tentu saja buah apel (sebagian di cincang untuk dimasukan dalam campuran adonan, sebagian di kupas dan iris tipis untuk melapisi bagian atas pie)

Cara membuat : - kocok telur dan "no sugar" sampai mengembang *halloo halo..mixer saya baru. Hadiah ngumpulin point di swalayan. bangga bener deh * . Lalu masukan semua bahan di atas kecuali apel yang diiris tipis. Aduk sampai rata. Tuang adonan di loyang pie , atur apel yang telah diiris titip diatas adonan sampai semua permukaannya tertutup. Lalu taburi cinnamon bubuk. Panggang pie di oven panas selama... errr.. lupa. kira kira aja. Jangan lupa di jenguk setiap 5 menit, biar nggak kebablasan gosong... hehehe.

Gampang khan? Selamat mencoba ya!

Eh ya, mau sharing fotonya Leonz yang saat makan apple pie. Senang banget. Akhirnya... mommy bisa juga bikin kue :-)


Monday, January 31, 2011

meratapi berat badan

Selamat tinggal karier super model! *dikemplang kiri kanan*

Saya menggemuk!! Dan menuduh Jakarta adalah penyebabnya. Empat kilo grams lebih berat dari berat sebelumnya saat masih tinggal di Bangkok, 7 bulan lalu.

Empat kg, nggak banyak kedengarannya. Tapi coba deh, beli daging sapi di pasar sebanyak 4 kg. Masukan ke dalam ransel lalu bawa terus ransel tersebut selama 24 jam. Berasa beratnya.

Maka tadi pagi, setelah merenung di samping timbangan sambil meratapi berat badan , saya intropeksi mengambil kesimpulan jakarta apa yang membuat saya gemuk dan perbandingannya saat di Bangkok dulu :

1. Makanan
Pulang kampung membuat saya rakus lapar terus terusan. Gimana nggak, kepengen bakso, tinggal beli. Nggak perlu ngayal sambil ngences 3 hari tiga malem lalu terpaksa bikin sendiri. Sambel goreng hati pakai petai sama lontong, tinggal minta tolong si "mbak" bikin. Nggak perlu tunggu setahun sekali saat KBRI bikin open house lebaran. Pengen makanan Padang tinggal ke "Sederhana", nggak cuma mimpi. Pengen makanan rumah, tinggal bertamu tanpa diundang lalu dengan terpaksa senang hati nyokap akan membuatkan.

2. "Personal trainers" (baca : Leonz Leah) saya, mengundurkan diri.
Dari pada lari larian dengan mamanya, mereka lebih memilih pergi menuntut ilmu ke sekolah sepanjang pagi dan siang hari. Sore hari mereka memilih "hang out" dengan anak anak di apartemen sebelah yang juga jadi meeting point para nannies. Saya.. nggak welcome.

3. Jakarta adalah kota yang kemana mana terpaksa harus pakai mobil.
Pernah mencoba sesekali berjalan kaki bersama anak-anak di sekitar gedung tempat kami tinggal. Hasilnya, upil jadi item. Terbukti, tingkat polusi tinggi banget. Masak iya, gara gara jalan kaki akhirnya kena ISPA. Belum lagi orang sering salah sangka melihat ke-eksis-an kita bertiga di jalan. Para supir taksi bolak balik berhenti nawarin naik taksi. Begitu juga metromini dengan kenek-nya yang semangat memanggil "neng..ayo neng!!". Mereka perlu belajar bahwa ada juga orang keren seperti kita yang mau jalan kaki.
Nggak ada lagi cerita jalan kaki kemana mana sambil menggendong anak dan menenteng tas belanjaan. Nggak pernah lagi jalan kaki keliling kota sekeluarga di hari minggu.

4. Nggak ada tekanan dari lingkungan.
Kalau nonton sinetron lokal dan melihat majalah mode Indonesia, pasti bayangannya orang Indonesia langsing dan cantik cantik. Kenyataannya, orang Indonesia memang cantik cantik tapi kebanyakan tidak langsing *tarik napas panjang, takut diguyur aer sama pembaca* . Jadi walaupun sudah naik 4 kg dari berat sebelumnya, orang orang akan menatap saya dengan pandangan nista saat saya bilang kalau saya kegemukan. Selain mitos "gemuk adalah lambang kebahagiaan", mereka pikir wajar dan normal wanita lebih besar ukurannya setelah menikah dan punya anak. Apalagi buat mereka yang telah berumur lewat 30 tahun *sumpah, kalimat terakhir bukan untuk saya. Saya baru jalan 24 tahun ini :P*
Berbeda dengan Bangkok. Di sana kebanyakan orang kebangetan lebih sadar akan penampilan fisiknya . Klinik kecantikan dan operasi plastik ada di mana, bahkan banci juga bisa cantik di buatnya. Postur tubuh wanitanya langsing langsing.
Pengalaman yang bikin saya ingin langsing sewaktu tinggal di Bangkok. Badan masih besar setelah melahirkan dan saya berbelanja baju.

Saya : "khun, do you have this model on my size?"
Khun tukan jualan baju : "no madam. You are big na... no big size kha!" kata si khun sambil memandang iba dari atas ke bawah. Huaaaaaaaa!!!

Besoknya, saya langsung diet.

Aniwey, dua bulan belakangan saya sempat mencoba mengatur pola makan. Nggak berhasil ternyata. Susah banget, plus begitu saya "bersenang-senang" sedikit, berat badan naik lagi. Berusaha naik turun tangga nggak pakai lift saat pulang ke rumah juga sudah di coba. Hasilnya betis saya kenceng, tapi perut tetep gendut :-(.

Entah faktor "U"sia atau mungkin saya musti lebih banyak bergerak. Plan A aka diet gagal total. Next ke plan B, seperti kata pepatah "diet nggak berhasil, gym bertindak", saya memutuskan untuk ikutan bergabung di gym gedung sebelah. Mudah mudahan berhasil dan nggak tergoda oleh makanan makanan enak di laintai 1.

Karena seandainya plan B gagal, uang saya nggak bakal cukup untuk lanjut ke plan C yaitu "mentok mentoknya sedot lemak", lol.

ps:
- saya ingin langsing karena ingin lebih sehat lho, bukan karena ingin gaya! *boong.com*
- ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut, buat yang bertanya tanya ;-)