Thursday, February 10, 2011

Imigran gelap

Saya punya satu masalah sama dengan negara negara maju dan sejahtera yaitu imigran gelap.

Rasa nyaman, aman warm hugs from daddy for Leonz dan free flow milk the whole night through for Leah jaminan sosial yang menggiurkan membuat dua orang kecil dari kamar negara lain untuk pindah dekat dengan saya dengan cara yang ilegal.

Setiap malam, para imigran gelap tersebut mencoba berbagai cara untuk masuk ke kamar tidur daerah teritori saya. Kegiatan mereka cukup terorganisasi dan terencana dengan baik dan terus terang membuat saya dan suami ganteng kewalahan dibuatnya.

Gimana nggak. Jadi begini cara teror kerja para imigran tersebut

Jam 22.30 : imigran A , berlari dengan kecepatan penuh mecoba masuk ke zona kekuasaan dan berdaulat penuh kamar tidur saya. Biasanya usaha pertama gagal. Karena petugas imigrasi suami ganteng di sini masih sigap, langsung mendeportasi imigran yang bersangkutan kembali ke kamarnya.

Jam 23.00 : imigran B, dengan mengendap endap perlahan mencoba masuk. Petugas imigrasi sudah mulai mengantuk. Maka saya turun tangan mendeportasi imigran tersebut kembali ke kamarnya. Biasanya imigran B, lumayan keras kepala.Pemberian susu negosiasi sangat diperlukan agar proses deportasi berjalan lancar.

Jam 01.30 : imigran A kembali memaksa pindah. Saya dan suami mengalah.

Jam 02.00 : imigran B menyusul pindah. Saya dan suami sudah nggak sadar, tertidur dengan pulas.

Jam 04.00 : imigran A dan B, mulai melunjak. Menggusur saya dan suami ke pinggir tempat tidur. Hukum rimba pun ditegakan demi keadilan di tempat tidur. Siapa yang kuat, dia yang menang. Saya dan suami mendorong imigran A dan B ke bagian tengah kembali ke lahannya masing masing.

Antara jam 04.00 - 05.00 : imigran B menuntut jatah jaminan sosial. Menarik narik baju bagian depan saya sambil setengah tidur bergugam , "milk..milk... mommy!"

Sekitar jam 05.30, on THE WEEKEND OR HOLIDAY ONLY! : imigran A bangun. Langsung melakukan aksi terror melompat lompat di tempat tidur.

Pagi harinya saya selalu terbangun dengan kantong mata hitam sebesar kepalan tangan. *hiperbola.com* . Dan berharap aksi imigrasi ilegal ini akan berakhir, walaupun masih suatu hari nanti....

Di bawah ini foto para imigran gelap tersebut. Foto diambil di kantor imigrasi setempat.


Imigran B dan A, warga negara "kamar sebelah"

No comments: