Wednesday, October 5, 2011

bye bye breastfeeding

Tanggal 19 Oktober nanti pas 4 tahun saya menyusui Leah.

HAHH??? EMPAT TAHUN?!

*Pembaca terperangah. Para pembaca wanita langsung ngusep ngusep dada. Saya yang bercerita juga ikutan ngintip dada sendiri*

Iya. Empat tahun. Kedengerannya lama tapi buat yang menjalankan beda. Empat tahun rasanya cepat berlalu.

Walau sering menjadi objek rebutan anak dan swami empat tahun menyusui ternyata membuat perasaan saya dengan Leah deket banget. Hubungan darah ibu dan anak dipererat breast connections.

Itu yang saya rasakan. Saya seperti group band, dia groupies-nya. Saat saya sedih, Leah tau. Dia nggak ikutan sedih, tapi berusaha menghibur mamanya. Begitu juga sebaliknya. Sepertinya kita punya channel telepati khusus saya dan dia. Buat dia, saya idolanya.

*Nyengir dulu. Akhirnya punya fans juga*

Pasti pada bertanya tanya ya, apa saya nggak risih menyusui anak ukuran sebesar ituh?

Tahun pertama dan kedua saya nggak risih. Pede banget. Menyusui dimana mana. Para pemirsa yang kebeneran melihat juga mungkin lebih tertarik melihat dada saya daripada kegiatan menyusui itu sendiri...lol. *lalu dicibir pembaca*

Masuk tahun ke tiga, rasa risih mulai datang. Leah sudah mulai besar. Nggak terlihat pantes lagi. Untungnya setelah melewati proses negosiasi dan mediasi yang cukup panjang dan ruwet dengan si babil aka bayi labil umur "2 going on 12" , disepakati kegiatan menyusui hanya dilakukan di rumah.

Masuk tahun ke empat, kita berdua menambah kesepakatan baru. Kegiatan menyusui hanya dilakukan di tempat tidur dan hanya pada malam hari.

ASI exclusive memang hanya sampai si bayi umur 6 bulan. Sebagian orang tetap melanjutkan sampai umur dua tahun. Sebagian kecil lagi golongan muka tebal tetap menyusui walau anaknya sudah berumur lebih dari 3 tahun. Termasuk saya.

Sempat baca baca tentang pro dan kontra tentang extended breastfeeding ini. Salah satunya di sini. Tiap orang berbeda. Masing masing punya pemikiran sendiri. Untuk saya, selama produksi ASI masih lancar dan saya serta Leah masih menikmati kenapa tidak. Toh banyak keuntungan yang didapat dari menyusui anak balita.

Beneran. Banyak moment lucu terjadi. Ini salah satunya. Menyusui anak yang telah bisa bicara ternyata bisa sambil ngobrol. Saat rasa susunya agak beda, Leah protes.

  • - : "Mommy, kenapa rasa susunya aneh?", brenti nyusu. Diem tunggu jawaban.
  • + : "Memangnya kenapa?", sambil berusaha mengingat makan apa aja saya hari ini.
  • - : "Agak asem sih", lalu lanjut ngaASI.

Pernah juga kejadian. Selesai minum susu dia memandang mata saya. Mata buled bening nggak berdosa. Lalu bilang ;

  • - : "Thank you Mommy", senyum manis, langsung cium saya.
  • +: "Your welcome Leah. I Love you!", peluk peluk.
  • - : "I love you Mommy. And your MILK too!", tunjuk tunjuk dada saya

Ehh ya, walaupun susah pisah dengan ibunya anak extended breastfeeding itu ternyata mandiri . Dalam artian mampu mengerjakan apa apa sendiri. Mungkin karena mereka merasa lebih pede, nyaman dan aman.

Empat tahun menjadi busui rasanya sudah cukup. Dan dengan ini saya nyatakan menghentikan kegiatan menyusui terhitung mulai tanggal 19 Oktober nanti. Mudah mudahan prosesnya nanti dapat berjalan lancar dan hening.

Saya tahu banget senjata yang akan dipakai Leah untuk memboikot proses berhenti ASI. Kalau nggak dengan orasi panjang dan pertunjukan drama berjam jam yang diiringi tangisan, jeritan dan airmata.....

*Beli earplugs untuk swami dan Leonz*

..... atau disuguhi wajah melas begini selama beberapa hari.






Saat sudah berhenti nanti saya pasti akan sesekali sedih. Kangen peluk peluk Leah saat menyusui. Kangen ngerasain diuntel untel rambutnya pada saat menyusui. Kangen kompakan, senasib dan sependeritaan bersama: saya makan ubi, dia yang kentut kentut. Saya makan pete, dia ikutan bau pete puup-nya. Dia ingusan, saya ikut ingusan. Saya minum wine, kita berdua tidur nyenyak. Saya terkena cacar air, dia ikut ketularan.

Akan kangen semua kedekatan karena breast connections.


Untuk semua pihak yang selalu bertanya tanya kapan saya akan berhenti menyusui, perlu dikoreksi gossip yang beredar selama ini nggak bener. Yang benar adalah saat Leah berumur 4 (EMPAT) tahun. Sekali lagi 4 (E.M.P.A.T) tahun sodara sodara.!! Bukan 14 (empat belas) tahun.

Juga saya tegaskan.... saya tidak pernah operasi plastik memper-indah payudara. Sudah dari sana nya indah. Juga asal kita rajin menimba air dari sumur dan angkut angkut beras berolah raga , menyusui selama 4 tahun tidak mempengaruhi bentuk payudara.

Silahkan hubungi manager saya untuk keterangan lebih lanjut.

*Di BOOO.... para pembaca*

Sekian.

1 comment:

Nova Subroto said...

aaahh ngga kuat liat wajah memelasnya leah :'(

nanti sharing ya wi gimana prosesnya. semoga berjalan cukup sukses, walau pasti ada deraian air mata juga sih. hiks.